Round-up Bicara PPDB, 20 Juni 2016

Update dari berbagai penjuru internet mengenai PPDB Kota Bandung.

Pendataan PPDB diseleksi berdasarkan skor prestasi (Pojok Bandung)

“Surat yang kami keluarkan bentuknya rekomendasi dan tidak serta-merta bisa menjamin lolos atau tidaknya siswa, karena kami akan lihat dulu berapa nilai skornya.”

Sekolah dilarang tolak siswa pada PPDB jalur non akademis (Galamedia)

“Sekolah tetap menerima pendaftaran orangtua siswa. Dengan syarat orangtua siswa bisa memenuhinya kekurangan persyaratan tersebut hingga batas penutupan pendaftaran.”

Kagiatan PPDB jalur non akademik taun pelajaran 2016-2017 di SMPN 24 Kota Bandung (Majalah Sora)

“Sanaos sok aya waé nu teu acan paham, mung masih dina wates kawajaran. Utamana kanggo jalur RPM/afirmasi, ku Ibu teu dihésé-hésé, nu penting tos aya rapot, tos ngeusian formulir, sésana tiasa nyusul. Mugia wé lancar dugi ka réngsé, amin.”

FAGI: Disdik dan Pemkot Bandung harus konsisten jalankan PPDB (PRFM)

“Sebab secara keseluruhan sistem PPDB tahun ini lebih jelas dan sistematis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Konsistensi pihak pemkot atau disdik harus dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.”

Ribuan siswa akan tereliminasi dalam jalur nonakademis PPDB (Galamedia)

“Dari total kuota nonakademis pada tingkat SMA sebanyak 2.725 sementara yang mendaftar mencapai 3.735 orang.”

Artikel selain berita

Keterbukaan PPDB (Pikiran Rakyat, opini)

“Dalam Pasal 9 ayat (2) huruf a, b, dan c UU No. 14/2008, PPDB termasuk informasi yang wajib diumumkan secara berkala. Sekolah wajib menyebarluaskan Informasi yang berkait dengan pelaksanaan PPDB dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.”

PPDB Kota Bandung 2016 yang “Unpredictable” (Rinaldi Munir, blog)

“Seperti tahun-tahun lalu, kebanyakan orangtua memasukkan formulir pendaftaran pada hari terakhir. Kita tunggu saja nanti bagaimana hasilnya, sekarang yang bisa dilakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya sambil berhitung-hitung menjelang buka puasa dan sahur:-).”

Menjajal jalur prestasi PPDB Kota Bandung 2016 (Ben Wirawan, blog)

“Saran pada para guru dan kepala sekolah, sering-seringlah mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti berbagai pertandingan. Terutama di kelas 4 dan 5, ketika mereka belum terlalu sibuk persiapan UN.”

Media sosial

Beda daerah, beda alur berpikir, aturannya pun pasti beda.

Iklan

4 respons untuk ‘Round-up Bicara PPDB, 20 Juni 2016

  1. Harun Juni 23, 2016 / 5:31 pm

    PPDB dengan jalur prestasi tahun ini menurut logika saya rada aneh!
    Apakah siswa yang diterima di sekolah A dengan prestasi misal, Juara 1 (satu) tari balet atau lomba kelereng tingkat nasional bahkan dunia akan bermanfaat dan memberikan sumbangsih prestasi selanjutnya ketika ybs sudah bersekolah di SMAN A tsb, sementara pihak sekolah tidak memiliki kegiatan EKSKUL tari balet ? apakah dengan diterimanya siswa tsb hanya karena punya sertifikat juara 1 tari balet, maka pihak sekolah akan mengadakan kegiatan EKSKUL baru di sekolahnya yaitu ekskul tari balet? Atau kepemilikan sertifikat hanya semata-mata sebagai tiket atau karcis masuk untuk menjadi siswa di suatu SMAN ?
    Bila kepemilikan sertifikat hanya semata-mata sebagai karcis masuk/tiket, maka siswa tsb dapat dipastikan tidak akan mempunyai sumbangsih untuk kemajuan kegiatan EKSKUL di sekolahnya..
    Menurut saya, sebaiknya PERWAL PPDB dikoreksi lebih lanjut…..

    Suka

    • Taufiq A. Utomo Juni 23, 2016 / 8:44 pm

      Saya ingin tahu, prestasi bidang apa sajakah yang menurut Anda bisa dianggap “puguh”? (kita tahu maksud kata “puguh” di sini)

      Suka

      • Hakim Tijani Juni 24, 2016 / 4:16 am

        Yang akan kita sama2 tahu adalah bahwa atlet2 (calon siswa) dengan prestasi yang bidangnya tidak bersesuain dengan kegiatan EKSKUL sekolah hanya akan menjadi pajangan di sekolah; dan makin memperjelas kenyataan buat sebagian besar orangtua bahwa sertifikat itu sekedar menjadi karcis untuk “menetap” (belajar di suatu sekolah selama 3 tahun)…… hmmm, dari sejak dulu (puluhan tahun), prestasi kita (terutama bidang olahraga) itu tidak pernah “puguh” …….

        Suka

        • Hakim Tijani Juni 24, 2016 / 6:54 am

          Perwal PPDB yg sekarang menutup kesempatan pihak sekolah untuk mendapatkan siswa2 atlet yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan EKSKUL. Apakah pihak sekolah akan mengirimkan siswa2 atletnya bidang pencaksilat atau softball atau catur untuk mengikuti kompetisi kejuaraan Taekwondo / Basket tingkat pelajar se- Jabar atau Nasional ? Lucu nggak?
          Ambil jalan tengah saja, untuk jalur prestasi; quota siswa dari prestasi umum 2% dan quota siswa khusus yg mendukung EKSKUL sekolah 5%. Jadi, PPDB via japres itu benar2 bermanfaat buat pihak sekolah.
          Kalau tidak, maka yang akan kita sama2 tahu adalah bahwa atlet2 (calon siswa) dengan prestasi yang bidangnya tidak bersesuain dengan kegiatan EKSKUL sekolah hanya akan menjadi pajangan di sekolah; dan makin memperjelas kenyataan buat sebagian besar orangtua bahwa sertifikat itu sekedar menjadi karcis untuk “menetap” (belajar di suatu sekolah selama 3 tahun.. PPDB japres di tahun2 sebelumnya sangat bermanfaat buat pihak sekolah; contoh, sekolah bisa menjaring 5 siswa atlet taekwondo untuk menunjang EKSKUL atau 6 siswa atlet basket (jadi satu tim SMP/SMA tsb)
          Kejujuran bukan hanya dibuktikan dengan secarik kertas piagam/sertifikat, tetapi lebih fair/adil hasilnya bila dibuktikan dengan tes praktek.
          PERWAL itu buatan manusia, maka sebaiknya dikoreksi kembali…

          Suka

Berikan tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s